Cara Tangani Anak Autis Tantrum Bukan Rahasia Lagi
Berbeda dengan anak-anak autis yang tantrum untuk alasan yang berbeda dari anak-anak lain, dan mereka juga tidak dapat mengekspresikan diri dengan jelas.
Anak tantrum di depan umum paling sering terjadi dan kerap membuat orangtua panik karena takut mengganggu orang lain. Berikut cara mengatasinya:
Jika ia mulai terlihat tidak aktif ke sana-kemari, bertanya banyak hal, dan cenderung lebih diam, ini bisa menjadi tanda bahwa si kecil mulai kelelahan dan butuh istirahat.
Cara mengatasi anak tantrum sekaligus mencegahnya ialah dengan membantu anak belajar melakukan sesuatu. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana sebelum beralih ke tugas yang lebih menantang.
Suka melakukan gerakan yang berulang yang biasanya tidak memiliki makna, seperti menggerakan jari – jari tangan atau mengepakan lengan seolah sebagai sayap.
Kegiatan ini mengajarkan anak keterampilan motorik halus yang mengembangkan keterampilan kordinasi tangan dan mata, dengan membuat pola di selembar kertas.
Tidak mampu melakukan kontak mata dengan baik, dan tidak menunjukkan ekspresi wajah, juga postur serta gerakan yang dilakukan sebagaimana berinteraksi secara regular.
Untuk memainkan ini, kumpulkan anak dengan ASD dan buat mereka duduk meningkar. Buat mereka untuk saling melihat satu sama lain. Mulai dengan membuat mereka menyebutkan nama secara bergantian. Kemudian tunjuk salah satu dari mereka dan buat anak yang lain untuk menyebutkan namanya.
Saat mengajak si kecil pergi ke tempat yang Cara Mengatasii Tantrum Anak Autis baru didatangi, rasa bosan dapat saja muncul. Terutama pada tempat-tempat yang tidak membuatnya leluasa untuk bergerak.
Pastikan untuk tidak menghadiahi tantrum anak dengan mengalah. Karena itu hanya akan membuktikan kepada si kecil bahwa tantrum itu efektif.
Bisa dengan memberikannya mainan favorit, mengajaknya bicara pengalaman menyenangkan yang pernah dilakukan, atau menceritakan ulang mengenai dongeng kesukaan anak.
Bahkan, Tak sedikit pula beberapa anak autis dapat berprestasi dan membanggakan orang tua. Kemampuan dan keahlian yang terpendam dalam diri mereka pun jangan dianggap remeh.
Untuk memperbaiki hal ini, ibu semestinya membiarkan anak mengamuk terlepas berapapun lama waktu yang dibutuhkan, sambil tetap konsisten bahwa anak tidak boleh minum susu dan makan biskuit.
Setiap anak yang terdiagnosa PDD-NOS memiliki gangguan engan intensitas yang tidak sama dan cenderung berbeda. Ada yang mengalami gangguan dan hambatan di dalam lingkungan rumah atau sekolah saja, yang lainnya memiliki kesulitan di seluruh aspek kehidupanya.